Makalah SIA Perusahaan Kecil

(Toko Komputer dan perlengkapannya)

Latar

Sistem Informasi pada masa kini memiliki peranan penting terhadap kemajuan sebuah organisasi termasuk pada dunia usaha. Masalah yang sering muncul pada usaha dagang berskala kecil menengah antara lain pada sistem transaksi yang masih dilakukan secara manual yaitu dengan mengandalkan kertas untuk pengarsipan data perusahaan. Tentu saja hal yang demikian akan mempersulit dalam pengontrolan data transaksi dan laporan keuangan. Diperlukan suatu sistem aplikasi yang bisa membantu mengolah data transaksi beserta laporannya yang bisa menyajikan informasi yang berguna bagi pihak yang berkepentingan untuk mengatasi masalah tersebut. Sistem aplikasi yang diperlukan yaitu sistem informasi akuntansi.

Metode yang digunakan dalam perancangan Sistem Informasi Akuntansi Untuk UKM ini yaitu dengan dikonsep kan dulu secara diagram, lalu diaplikasikan ke dalam bahasa pemrograman yang ada. Aplikasi akuntansi ini mempunyai tiga status pengguna yaitu, pimpinan, data entry dan kasir. Aplikasi akuntansi ini memberikan informasi laporan keuangan usaha dagang berupa buku besar, neraca saldo, laba rugi, perubahan modal dan neraca keuangan. Laporan laba rugi aplikasi ini diluar pajak penghasilan. Kemudian rancangan kode akun, data pelanggan dan pemasok aplikasi ini tidak dapat dihapus jika sudah pernah melakukan transaksi.

Pendahuluan

Persaingan dalam dunia usaha saat ini semakin ketat. Perusahaan yang bergerak di bidang usaha dagang semakin banyak, terutama untuk kelas usaha kecil dan menengah. Data transaksi dan laporan transaksi serta laporan keuangan yang baik sangat dibutuhkan guna akan memudahkan dalam pengambilan kebijakan yang sesuai kebutuhan perusahaan saat itu oleh pihak manajemen. Pengambilan kebijakan yang tepat akan dapat memajukan perusahaan, dengan demikian perusahaan dapat berkembang. Laporan keuangan yang baik juga akan memudahkan investor dan calon investor serta pihak manajemen untuk melihat kinerja perusahaan dalam rentang waktu tertentu dan dapat menilai track record perusahaan.

Kenyataan yang ada saat ini masih banyak perusahaan kelas kecil menengah (UKM) yang masih melakukan proses transaksi, pencatatan keuangan dan pembuatan laporan baik laporan transaksi maupun laporan keuangan perusahaan secara manual. Yang dimaksud manual disini adalah mengandalkan kertas untuk pengarsipan data transaksi dan keuangan. Hal ini tidak efektif dan efisien, selain itu akan mempersulit dalam proses pencarian data transaksi maupun laporan keuangan. Proses transaksi dan
pembuatan laporan secara manual sering terjadi kesalahan jika datanya sangat banyak sehingga laporan sering kurang akurat terlebih jika terjadi perubahan format laporan keuangan. Begitu juga jika staff yang menangani keuangan keluar dari perusahaan dan digantikan oleh karyawan baru.

Masalah yang sering terjadi untuk kasus ini yaitu pengendalian persediaan barang yang sulit terkontrol, data pelanggan tidak dicatat secara rinci sehingga hal-hal yang berkaitan dengan pelanggan sulit didapat, data hutang yang harus dibayar dan jumlah piutang yang harus ditagih sulit diketahui serta data pendapatan dan keseluruhan modal tidak ada. Masalah-masalah yang sering terjadi tersebut
mendorong kita untuk membuat sistem informasi akuntansi untuk usaha dagang kelas kecil menengah. Keberadaan sistem informasi akuntansi ini diharapkan dapat membuat pengelolaan transaksi dan keuangan perusahaan dagang lebih baik dan akurat, serta dapat membantu para pengusaha dan para pengambil kebijakan perusahaan dalam mengelola keuangan dan mengambil kebijakan perusahaan dan melihat kinerja perusahaan.

Pembahasan

Definisi Sistem Informasi

Sistem informasi dapat didefinisikan sebagai suatu kumpulan data yang sudah diolah, terintegrasi dan saling melengkapi yang menghasilkan informasi yang mempunyai nilai atau berguna dalam pengambilan keputusan.

Sistem informasi akuntansi pada aplikasi ini merupakan sistem informasi yang memproses data transaksi bisnis sehingga menghasilkan keluaran berupa informasi keuangan yang berguna bagi pemakainya.

Alat Bantu Perancangan Sistem

Perancangan suatu sistem memerlukan alat bantu untuk memperoleh hasil yang diharapkan dalam suatu perancangan system, beberapa alat-alat perancangan sistem yang dibutuhkan seperti :

Diagram Alir Data (Data Flow Diagram-DFD). DFD memperlihatkan bagaimana aliran informasi dan transformasi data dalam suatu data informasi. DFD dapat digunakan untuk merancang logika sebuah program atau rincian

  1. pemrosesan data.
  2. ERD (Entity Relationship Diagram)

Entity Relationship Diagram (ERD) merupakan notasi grafis dalam pemodelan, ERD digunakan untuk menggambarkan hubungan antar penyimpanan secara konseptual. ERD digunakan untuk memodelkan struktur data dan hubungan antardata. ERD mempunyai notasi atau simbol yang digunakan dalam menggambarkan ERD.

Kebutuhan Sistem

Dalam tahap analisis kebutuhan sistem, sebelum menentukan kebutuhan sistem perlu melakukan identifikasi masalah. Kasus ini mengambil contoh sebuah usaha kecil Toko Komputer, dari permasalahan-permasalahan usaha dagang tersebut dapat diidentifikasi, bahwa penyebab utama yang terjadi adalah karena pengolahan datanya masih manual yaitu masih mengandalkan kertas dalam
pengarsipan, karenanya dibutuhkan sebuah sistem yaitu sistem informasi akuntansi. Sistem informasi akuntansi ini pada akhirnya untuk menampilkan informasi laporan keuangan suatu usaha dagang.

Informasi laporan keuangan yang akan ditampilkan dalam sistem informasi akuntansi ini yaitu:

  • BukuBesar
  • Neraca Saldo
  • Laporan Laba Rugi
  • Laporan Perubahan Modal
  • Neraca

Rancangan Sistem Informasi Akuntansi

Perancangan sistem dilakukan dengan beberapa tahap. Tahap perancangan pertama menentukan rancangan diagram entitas (Diagram E-R) dari sistem yang merupakan gambaran relasi antar entitas yang ada dalam sistem. Setelah membuat diagram entitas, kemudian membuat perancangan basis data sistem termasuk didalamnya adalah proses normalisasi data agar terbentuk basisdata yang efektif. Kemudian membuat diagram konteks untuk memberikan pandangan / gambaran umum sistem sebagai suatu proses.

Diagram E-R (Entity Relationship)

Diagram E-R pada aplikasi sistem informasi akuntansi ini ditunjukkan pada Gambar ini :

SIA

Diagram Konteks

Diagram konteks merupakan diagram yang memperlihatkan sistem sebagai satu proses. Tujuan diagram konteks adalah untuk memberikan pandangan umum suatu sistem sebagai suatu proses. Diagram konteks menunjukkan aliran data yang masuk dan keluar dari sistem dan entitas luar (lingkungannya). Diagram konteks dalam sistem informasi akuntansi ini dipengaruhi oleh tiga terminator utama, yaitu pimpinan, kasir, data entry (inventory dan akuntan). Diagram konteks sistem informasi akuntansi ini seperti pada Gambar ini :

SIA konteks

Kesimpulan

1. Sistem Informasi Akutansi ini tidak hanya bisa digunakan untuk usaha komputer tetapi dapat juga digunakan untuk usaha kecil lain sejenis usaha jasa dan dagang

2. Sistem Informasi Akutansi ini mempunyai hak akses yang dibedakan menjadi tiga yaitu: Pimpinan yang mempunyai akses penuh, kasir dan data entry yang mempunyai hak akses terbatas sesuai kepentingan dan status masing-masing

3. Pengguna dengan status Pimpinan mempunyai hak akses untuk menambah dan menghapus pengguna serta mengubah status penggguna lainnya, sedangkan status selain pimpinan hanya dapat merubah passwordnya masing-masing.

4. Sistem Informasi Akutansi ini dapat memberikan transaksi laporan penjualan dan pembelian

 

Referensi :

https://www.academia.edu/

gambar di buat di https://www.draw.io

About Rahmad

Writers : Rahmad Hidayat now studying at Gunadarma University. Informatics of Management.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s